Minggu, 14 Mei 2017
Embung sriten
Terletak di kawasan perbukitan Batur Agung, Embung Sriten menjadi telaga buatan tertinggi di Yogyakarta. Selain fungsi utamanya sebagai sumber pengairan kebun buah, Embung Sriten juga menjadi magnet wisata baru di Gunungkidul.
Embung Sriten terleyak di Bukit Sumilir, Dusun Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan, Nglipar, Gunungkidul. Dari Yogyakarta silahkan ikuti jalan yang menuju Gunungkidul. Sesampainya di pertigaan Nglipar belok ke kiri dan ikutu jalan hingga menemukan Balai Desa Pilangrejo di ruas jalan Ngawen – Nglipar.
Argo Embung Batara Sriten atau yang dikenal dengan nama Embung Sriten adalah salah satu obyek wisata tirta yang wajib Anda kunjungi saat datang ke Yogyakarta. Telaga buatan yang terletak di puncak bukit ini menjadi embung tertinggi di Yogyakarta. Wisatawan yang berkunjung ke Embung Sriten pun akan dimanja dengan udara yang sejuk dan panorama yang sangat indah.
Mata wisatawan tidak hanya disuguhi pemandangan telaga dengan latar awan gemawan dan hutan yang menghijau. Dari tempat ini wisatawan juga bisa menyaksikan Rawa Jombor serta Waduk Gajah Mungkur dari kejauhan. Tak hanya itu, saat malam menjelang wisatawan yang berkemah di tempat ini bisa menyaksikan keindahan lampu Kota Klaten dan Nglipar.
Dari ketinggian Embung Sriten, wisatawan juga bisa menyaksikan sunset maupun sunrise tanpa terhalang pepohonan. Saat pagi menjelang, gumpalan kabut yang melingkupi area di bawah embung serupa kue lapis berwarna hijau putih dan terlihat sangat menyejukkan mata. Saat senja tiba, kilau cahaya keemasan yang menerpa permukaan air menjadi pemandangan epic yang sayang dilewatkan.
Selain menyajikan wisata telaga buatan, Embung Sriten juga menjadi kebun buah kelengkeng, manggis, durian, dan sirsak. Kedepannya di tempat ini akan dibangung landasan paralayang berskala internasional.
http://www.njogja.co.id/gunungkidul/embung-sriten-pesona-telaga-di-atas-awan/
Sabtu, 13 Mei 2017
Air terjun sri gethuk
Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.
Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja YogYES memilih untuk naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas dan papan.
Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya terlihat begitu hijau dan tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Sembari mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun.
Tak berapa lama menaiki rakit, suara gemuruh mulai terdengar. Sri Gethuk menanti di depan mata. Bebatuan yang indah di bawah air terjun membentuk undak-undakan laksana tepian kolam renang mewah, memanggil siapa saja untuk bermain di dalam air. YogYES pun turun dari rakit dan melompati bebatuan untuk sampai di bawah air terjun dan mandi di bawahnya. Kali ini rasanya seperti berada di negeri antah berantah di mana air mengalir begitu melimpah. Air mengalir di sela-sela jemari kaki, air memercik ke seluruh tubuh, air mengalir di mana-mana. Seorang kawan tiba-tiba berteriak "Ada pelangi!". Saat menengadah, selengkung bianglala nan mempesona menghiasi air terjun. Sesaat YogYES merasa menjadi bidadari yang berselendangkan pelangi.
https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/nature-and-outdoor/sri-gethuk/
Hutan pinus wanagama
Hutan Wanagama Penuh Sejarah
Bagi anda yang menyukai olah raga di alam wisata, khususnya berpetualang di hutan maka mengunjungi tempat ini merupakan cara yang tepat untuk menyalurkan hasrat berpetualang.
Hutan Wanagama pertama kali dirintis oleh Prof Oemi Han’in yang bertekad dan akhirnya berhasil mengubah daerah yang tandus. Hutan wanagama ini terletak di kecamatan Patuk dan Playen. Sepanjang jalan untuk menuju tempat ini, anda akan disuguhi pemandangan dari ketinggian yang luar biasa. Dari perempatan lampu merah setelah kawasan Rest Area Bunder, anda akan mendapatkan petunjuk anak panah kekanan yang bertuliskan Wanagama. Setelah beberapa lama menyusuri jalan beraspal yang semakin mengecil, anda akan menjumpai gapura bertuliskan Hutan Wanagama yang menandakan anda sudah sampai di kawasan hutan yang dibangun sejak tahun 1964.
Menikmati keindahan hutan ini dengan menyusuri sampai kedalamnya pastilah tidak akan menyangka, bahwa hutan ini dulunya adalah daerah yang tandus yang disebabkan oleh penebangan liar yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Hutan Wanagama ternyata merupakan hutan yang unik karena hutan ini disebut juga miniatur hutan karena didalamnya terdapat berbagai jenis tanaman dari berbagai daerah.
Saat anda menyusuri Wanagama, anda akan ditemani oleh barisan berbagai jenis pepohonan yang menemani perjalanan anda. Dimulai dari Akasia yang masuk dalam HTI atau Hutan Tanaman Industri dan mempunyai potensi untuk dijadikan bubur kayu yang merupakan bahan dari sejumlah perusahaan besar. Selanjutnya disambung dengan deretan barisan pohon minyak kayu putih yang minyak atsiri sangat berkhasiat untuk menghangatkan badan.
Barisan Pohon Pinus
Anda juga akan anda dapatkan setelah pepohonan akasia diatas Sedangkan tanama lain yang tersebar di kawasan ini seperti, eboni si kayu hitam dari Sulawesi, Cendana, si pohon wangi, murbei dan jati. Didalamnya juga terdapat beberapa jenis binatang seperti unggas, kera dan bebrapa jenis reptil yang merupakan pengguni khas tempat ini.
Hutan ini ternyata mempunyai tiga sumber aliran sungai yaitu Oya, Sendang Ayu dan Banyu Tibo yang setiap waktu menyuplai kebutuhan air untuk menopang kehidupan hutan ini.
Di Hutan Wanagama terdapat pohon yang membuat tempat wisata ini menjadi mendunia. Tanaman itu merupakan pohon Jati ( Tectona grandis ) yang pada tahun 1989 ditanam oleh Pengeran Charles saat berkunjung ke Wanagama. Konon pohon Jati Londo ini mempunyai hubungan yang unik dengan sang Pangeran karena sewaktu sang Pangeran mengumumkan perpisahannya dengan Ratu Diana, pohon jati ini yang saat itu masih setinggi 1 meter ikut mengering seakan ikut berduka atas perceraian tersebut.
Sewaktu mengunjungi Wanagama, sang Pangeran juga meninggalkan rute di hutan yang sekarang ini menjadi rute favorit bagi para pengunjun. Rute tersebut dimulai dari Wisma Cendana dan berakhir di Bukit Hell. Jalanan menuju bukit tersebut berjarak 50 meter dihiasi pohon cemara yang berdiri disisi kanan dan kiranya.
Wanagama juga merupakan tempat bergantung bagi sejumlah penduduk setempat . Dimana masyarakat dan wanagama melakukan kemitraan untuk mencapai hubungan yang saling menguntungkan.
Sebagaian besar masyarakat di sekitar Wanagama memelihara sapi dan di perbolehkan menanam rumput kalanjana di lahan-lahan yang masih kosong. Rumput tersebut menjadi hak petani yang akhirnya menjadi makanan bagi sapi mereka. Sebagai timbal baliknya, Wanagama mendapat pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternaknya.
Lokasi
Hutan Wanagama terletak di desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bagi anda yang menyukai olah raga di alam wisata, khususnya berpetualang di hutan maka mengunjungi tempat ini merupakan cara yang tepat untuk menyalurkan hasrat berpetualang.
Hutan Wanagama pertama kali dirintis oleh Prof Oemi Han’in yang bertekad dan akhirnya berhasil mengubah daerah yang tandus. Hutan wanagama ini terletak di kecamatan Patuk dan Playen. Sepanjang jalan untuk menuju tempat ini, anda akan disuguhi pemandangan dari ketinggian yang luar biasa. Dari perempatan lampu merah setelah kawasan Rest Area Bunder, anda akan mendapatkan petunjuk anak panah kekanan yang bertuliskan Wanagama. Setelah beberapa lama menyusuri jalan beraspal yang semakin mengecil, anda akan menjumpai gapura bertuliskan Hutan Wanagama yang menandakan anda sudah sampai di kawasan hutan yang dibangun sejak tahun 1964.
Menikmati keindahan hutan ini dengan menyusuri sampai kedalamnya pastilah tidak akan menyangka, bahwa hutan ini dulunya adalah daerah yang tandus yang disebabkan oleh penebangan liar yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Hutan Wanagama ternyata merupakan hutan yang unik karena hutan ini disebut juga miniatur hutan karena didalamnya terdapat berbagai jenis tanaman dari berbagai daerah.
Saat anda menyusuri Wanagama, anda akan ditemani oleh barisan berbagai jenis pepohonan yang menemani perjalanan anda. Dimulai dari Akasia yang masuk dalam HTI atau Hutan Tanaman Industri dan mempunyai potensi untuk dijadikan bubur kayu yang merupakan bahan dari sejumlah perusahaan besar. Selanjutnya disambung dengan deretan barisan pohon minyak kayu putih yang minyak atsiri sangat berkhasiat untuk menghangatkan badan.
Barisan Pohon Pinus
Anda juga akan anda dapatkan setelah pepohonan akasia diatas Sedangkan tanama lain yang tersebar di kawasan ini seperti, eboni si kayu hitam dari Sulawesi, Cendana, si pohon wangi, murbei dan jati. Didalamnya juga terdapat beberapa jenis binatang seperti unggas, kera dan bebrapa jenis reptil yang merupakan pengguni khas tempat ini.
Hutan ini ternyata mempunyai tiga sumber aliran sungai yaitu Oya, Sendang Ayu dan Banyu Tibo yang setiap waktu menyuplai kebutuhan air untuk menopang kehidupan hutan ini.
Di Hutan Wanagama terdapat pohon yang membuat tempat wisata ini menjadi mendunia. Tanaman itu merupakan pohon Jati ( Tectona grandis ) yang pada tahun 1989 ditanam oleh Pengeran Charles saat berkunjung ke Wanagama. Konon pohon Jati Londo ini mempunyai hubungan yang unik dengan sang Pangeran karena sewaktu sang Pangeran mengumumkan perpisahannya dengan Ratu Diana, pohon jati ini yang saat itu masih setinggi 1 meter ikut mengering seakan ikut berduka atas perceraian tersebut.
Sewaktu mengunjungi Wanagama, sang Pangeran juga meninggalkan rute di hutan yang sekarang ini menjadi rute favorit bagi para pengunjun. Rute tersebut dimulai dari Wisma Cendana dan berakhir di Bukit Hell. Jalanan menuju bukit tersebut berjarak 50 meter dihiasi pohon cemara yang berdiri disisi kanan dan kiranya.
Wanagama juga merupakan tempat bergantung bagi sejumlah penduduk setempat . Dimana masyarakat dan wanagama melakukan kemitraan untuk mencapai hubungan yang saling menguntungkan.
Sebagaian besar masyarakat di sekitar Wanagama memelihara sapi dan di perbolehkan menanam rumput kalanjana di lahan-lahan yang masih kosong. Rumput tersebut menjadi hak petani yang akhirnya menjadi makanan bagi sapi mereka. Sebagai timbal baliknya, Wanagama mendapat pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternaknya.
Lokasi
Hutan Wanagama terletak di desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pantai baron
Hai guyss
Buat kalian yang lagi suka traveling wajib kunjungin
Kabupaten yang satu ini yaitu gunung kidul
Banyak rekomendasi tempat wisatanya loh guyss
Mulai dari pantai, taman, air terjun , dan masih banyak lagi deh yg harus kamu datengin satu persatu hehe
Salah satunya adalah pantai baron, pantai yang sudah terkenal ini sangat lah ramai dikunjungi oleh wisatawan manca negara dan wisatawan domestik
Pantai Baron adalah salah satu objek wisata berupa pantai yang terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Pantai Baron dapat ditempuh 40 km daeri pusat kota Yogyakarta. Asal mula nama Pantai Baron berasal dari nama seorang bangsawan asal Belanda yang bernama Baron Skeber. Bangsawan tersebut pernah mendaratkan kapalnya di pantai selatan tepatnya di pantai yang saat ini terkenal dengan sebutan Pantai Baron. Jalan menuju objek wisata Pantai Baron cukup baik untuk dilalui kendaraan pribadi, sepeda motor dan bus.
Obyek wisata Pantai Baron merupakan pantai yang membentuk cekungan. Seperti pantai lainnya, di Pantai Baron tersedia aneka ikan laut beserta olahannya. Ikan yang biasanya dijual di Pantai Baron adalah udang windu, kakap, bawal putih dan tongkol. Pantai Baron memiliki fasilitas berupa tempat pelelangan ikan, wahana permainan anak-anak, perahu bermesin, dan toko cenderamata. Buah sirkaya, pisang tanduk, sirsak, dan berbagai macam cenderamata yang terbuat dari kerang laut. Cenderamata berbahan kerang yang banyak dijual di Pantai Baron adalah bros, tirai kerang, lampu hias, cermin berhias karang, figura, dan aneka karakter hewan yang juga terbuat dari kerang laut.
Keunikan Pantai Baron adalah adanya sunga bawah tanah yang mengalir cukup deras ke arah lautan. Sungai bawah tanah tersebut mengalir ke arah laut dan membentuk sebuah sungai. Uniknya sungai bawah tanah yang ada di Pantai Baron adalah rasa airnya yang tawar meskipun berada sangat dekat dengan laut. Pengunjung yang tidak berani bermain dan berenang di laut dapat bermain air dan berenang dialiran sungai bawah tanah tersebut. Pemandangan lain yang ada di Pantai Baron adalah sebuah bukit yang berada di sekitar pantai. Pengunjung dapat menikmati keindahan pantai dari atas bukit tersebut.
Goa pindul
Kali ini kami akan mengulas tentang salah satu destinasi yang cantik yang ada di kawasan Jogjakarta dan wajib dikunjungi. Gua Pindul, merupakan salah satu tempat wisata yang berada di desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Gua Pindul merupakan suatu gua yang didalamnya terdapat aliran sungai bawah tanah yang memanjang dari mulut gua hingga ke ekornya.Gua ini dibuka untuk umum pada 10 Oktober 2010.
Gua ini membentang panjang sekitar 350 m, dengan lebar mencapai 5 m. Gua Pindul memiliki kedalaman sekitar 5 hingga 12 m. Sedangkan jarak permukaan air dengan atap gua sekitar 4 m. Gua Pindul cukup berbeda dengan gua – gua lainnya. Disini, Anda tak hanya menyaksikan keeksotisan gua, namun juga akan dibuat takjub dengan kilauan air yang mengisi gua tersebut. Air tersebut merupakan sungai bawah tanah yang berasal dari mata air gedong tujuh.
Gua Pindul memiliki 3 bagian, yang pertama yaitu zona terang, seperti namanya, pada bagian ini terkesan terang sehingga Anda dapat menyaksikan keindahan gua secara langsung dengan mata telanjang. Di zona ini anda bisa bermain sesuka hati, dengan berenang dan berlompat ria. Disini juga dapat Anda saksikan kumpulan ikan yang cantik. Ikan – ikan tersebut cukuplah besar namun tak usah kawatir karena ikan disana tergolong aman. Sedangkan yang kedua ada zona remang, disini cahaya yang masuk hanya beberapa bagian kecil saja, dengan dibantu oleh pantulan air bening pada dinding – dinding gua membuat cahaya remang ini terasa menakjubkan. Dan yang terakhir yaitu zona gelap, untuk dapat menyusuri bagian ini, Anda harus menggunakan alat bantu penerangan, karena seperti namanya, di zona ini sangat gelap. Nah, untuk menyusuri ketiga zona tersebut, anda memerlukan waktu tempuh sekitar 45 menit. Penelusuran ini akan berakhir pada sebuah dam yang ada di kawasan goa ini.
Tips Berwisata Ke Gua Pindul
- Periksalah ban karet dan pelampung sebelum digunakan.
- Pakailah ban karet dan pelampung dengan benar.
- Selain itu, Anda juga dapat membawa head lamp. Alat ini dapat digunakan padaa zona gelap di Gua Pindul.
- Waktu terbaik untuk melakukan cavetubing di Gua Pindul adalah di pagi hari tepatnya sekitar pukul 09.00, karena pada saat – saat tersebut, matahari bersinar sehingga cahayanya masuk dari lubang besar pada atap gua hal ini akan menambah keindahan dari Gua Pindul. Selain itu, pada pagi hari, air di gua tidak terlalu dingin sehingga sangat tepat untuk dinikmati.
- Agar bisa melakukan cavetubing dengan nyaman di Gua Pindul, datanglah lebih awal, karena tempat ini memiliki kepadatan pengunjung yang luar biasa, terutama pada hari libur. Jadi rencanakanlah liburan Anda dengan baik.
- Karena sudah sampai di desa Bejiharjo, jangan sampai lewatkan objek wisata lain seperti Gua Gelatik, Kali Oya, situs purbakala Sukoliman, dan monumen bersejarah Jendral Sudirman.
- Gunakan jasa pemandu agar memudahkan Anda berwisata di Gua Pindul dan tentunya berbagai wisata lain yang ada di sekitar wilayah Yogyakarta.
Itulah ulasan mengenai keindahan dari objek wisata Goa Pindul di Gunung Kidul, semoga ulasan diatas bisa bermanfaat untuk Anda.
Refrensi:
https://www.twisata.com/keindahan-objek-wisata-goa-pindul-di-gunung-kidul/
Langganan:
Postingan (Atom)





